MeMiles Aplikasi Investasi paling Efektif Menipu Masyarakat Indonesia

MeMiles menjadi viral setelah banyak dari para pengguna aplikasi tersebut melaporkannya kepada pihak kepolisian. Para pengguna aplikasi tersebut tidak lain adalah orang-orang yang disebut pihak oleh aplikasi MeMiles ini adalah sebagai investor. Para investor atau orang-orang yang menanam saham di aplikasi MeMiles tersebut merasa dicurangi.


Kenapa dicurangi? Pasalnya aplikasi ini menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Hanya dengan menginvestasikan uang sebesar ratusan ribu hingga 8 jutaan para investornya berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan uang berlipat bahkan beberapa orang yang terpilih berkesempatan untuk memenangkan undian mobil Mistubishi Pajero Sport.

Aplikasi ini menjadi trending dipertengahan tahun 2019 dan booming di akhir tahun 2019 dengan banyaknya para nasabah atau investor dari aplikasi ini melaporkannya kepada pihak kepolisian dikarenakan beberapa pemenang yang dijanjikan untuk mendapatkan hadiah unit mobil Mitsubishi Pajero Sport tidak kunjung datang, hal inilah yang membuat geram bagi beberapa investor dari aplikasi tersebut.

Secara cara kerja, aplikasi ini menjanjikan para penggunanya dengan iming-iming uang dan kendaraan mewah dengan cara menginstruksikan para pengguna dengan mengklik iklan dan jika ingin lebih cepat mendapatkan bonus harus menginvestasikan uangnya ke rekening dari pemilik aplikasi tersebut.

Hal lain yang perlu diwaspadai dari aplikasi ini adalah sistem rekrut anggota baru yang mengharusnya mentransfer uang senilai 300rb dan 600rb untuk anggota baru yang ingin menjadi perekrut dari aplikasi MeMiles ini. yang tentunya hal ini memberikan keuntungan ganda dari pihak pengelola aplikasi dan akun MeMiles (tidak perlu bekerja).

Namun pada kenyataannya aplikasi tersebut hanya memberdayakan para calon korbannya untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening para pelaku. Dari hasil penelusuran pihak kepolisian didapati dana yang sudah terhimpun sekitar 700 miliaran dan jumlah tersebut di lansir akan terus bertambah. Mengingat ada beberapa rekening dari para pelaku yang masih ditelusuri.

Terkait hal ini pihak kepolisian Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap aplikasi dan perusahaan investasi yang sifatnya adalah tidak memiliki Perijinan dari lembaga keuangan yang menaungi perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi. Hal ini disampaikan terkait banyaknya situs, aplikasi dan perusahaan yang mengatasnamakan perusahaan investasi yang nyatanya hanya berniat untuk melakukan tindak pidana penipuan.

Pihak Pemerintah Indonesia telah banyak menghimbau untuk menghindari perusahaan yang termasuk dalam list atau terindikasi penipuan berkedok investasi. Namun, masyarakat Indonesia masih banyak sekali yang bermimpi untuk menjadi orang kaya secara instan. Hal inilah yang dimampatkan oleh para pelaku penipuan untuk melakukan aksinya.