Gaji TKI Taiwan 2020 Dibandingkan 2019 Naik 9.8% Akan Segera Terealisasi

Pemerintah Indonesia kian giat menjalin kerjasama dengan negara penggiat di sektor industri. Terutama untuk wilayah asia. Sejak Juli 2019 pemerintahan negara Republic of China atau orang lebih suka menyebutnya sebagai negara Taiwan/Tiongkok telah memperbolehkan pabrik manufaktur Taiwan merekrut pekerja migran ataua TKI dari Indonesia melalui proses perekrutan langsung.


Yang artinya masyarakat Indonesia bebas untuk bekerja ke Taiwan dengan syarat memenuhi semua syarat izin masuk ke negara tersebut. Bekerja sama dengan program tersebut, Taipei Economic and Trade Office (TETO) pada tanggal 11 Juli 2019 telah menerbitkan visa kloter pertama pekerja migran Indonesia yang sebelumnya telah direkrut oleh pabrik manufaktur Taiwan.

Proses untuk proses Direct Hiring atau rekrut langsung akan menawarkan cara yang lebih nyaman dan ekonomis kepada para calon pekerja migran ataua TKI Indonesia untuk bekerja di Taiwan, seperti keterangan pers yang telah diterima langsung dari TETO pada Sabtu, 13 Juli 2019. Khususnya yakni di bidang manufaktur.

Program ini telah melalui pembahasan dan kerja sama antara kedua pemerintah Taiwan dan Indonesia. Di sisi Taiwan terdapat Direct Hiring Service Center (DHSC) di bawah naungan Depnaker Taiwan dan Indonesia Economic and Trade Office (IETO) yang menjalankan bersama proses pemilihan dalam Taiwan.

Salah satu tugasnya yakni mengeluarkan Surat Perekrutan, mengunjungi pabrik yang membutuhkan, menyediakan informasi perekrutan dan legalisir dokumen, beserta hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memasuki Taiwan.

Dari sisi negara Indonesia terdapat Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang membantu pemilihan pekerja, pembuatan database pekerja, pembuatan dokumen yang diperluka, dan Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang membantu penerbitan visa, serta hal-hal lain yang diperlukan untuk berangkat ke Taiwan.

Berdasarkan konsensus kedua belah pihak antara Taiwan dan Indonesia, setiap proses perekrutan akan selesai dalam waktu dua bulan. Hal itu untuk memastikan rencana ini bisa berjalan dengan lancar. Serta menghasilkan calon tenaga kerja yang diinginkan oleh industri yang sudah siap untuk menaungi mereka.

Untuk gaji TKI Taiwan itu sendiri, sudah banyak yang mengetahui bahwa gaji standar tahun 2019 adalah sekitar TWD 20,000 (Taiwan Dollar) atau setara dengan Rp. 9.2 juta jika dirupiahkan. Sedangkan rencana kenaikan tertinggi adalah sekitar 9.8% sampai 12% yang artinya kenaikan sekitar rata-rata 2,000 Taiwan Dollar atau 10% dari gaji utama tergantung sektor pekerjaan. Hal ini sangat berdampak positif terhadap kesejahteraan TKI Indonesia.

Pemerintah dan para TKI pekerja yang sudah bekerja di Taiwan berharap hal ini segera terealisasi yang tentunya ini akan menjadi tolak ukur untuk mereka para calon TKI yang ingin bekerja di negara industri yang banyak dipilih terutama mereka yang berencana untuk bekerja langsung di Taiwan.