Teknik Spamming Kartu Kredit Untuk Google Adwords Terungkap

Kepolisian Indonesia menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi online. Para Carder atau sebutan bagi meraka yang melakukan spamming kartu kredit kian merebak. Dilaporkan dari Surabaya, Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur terus mengembangkan kasus spamming.


Kasus spamming atau carding ini diotaki oleh tersangka Hendra Kurniawan dia adalah seorang warga Surabaya. Hasil yang didapatkan baru-baru ini adalah pihak kepolisian telah menyita uang sebesar Rp. 2,6 miliar dari rekening miliki kekasih dari Hendra Kurniawan tersebut, yaitu Novi Rosalina. Dalam kasus sapmming ini, polisi telah berhasil menangkap sebanyak 18 tersangka.

Dari hasil penyelidikan, sebagian besar dari tersangka adalah mereka anak muda lulusan SMK yang direkrut langsung oleh Hendra Kurniawan. Para pelaku yang direkrut tersebut memiliki umur rata-rata berusia 18 tahun sampai 24 tahun. Dari hasil pemeriksaan para korbannya sebagian besar berasal dari luar negeri. Hal inilah yang sangat mengejutkan kepolisian.

Teknik spammingnya itu sendiri adalah dengan cara menggunakan alamat email dan password orang lain yang sebelumnya sudah mereka palsukan, termasuk menggunakan dengan kartu kredit orang lain untuk melakukan transaksi yang mereka inginkan. Dari hasil kegiatan spamming ini, mereka gunakan untuk menjalankan bisnis developer advertising.

Kasus ini terbongkar berkat informasi hasil data penyelidikan yang telah diambil dari orang asing yang digunakan untuk pembayaran masuk ke dalam Google.com untuk proses Advertising atau Developer. Uang yang dikumpulkan oleh rekan tersangka Hendra ditransfer ke banyak rekening.

"Dari hasil pengembangan yang dilakukan penyidik, kami menyita uang sebesar Rp. 2,6 miliar untuk dijadikan barang bukti dalam kasus spamming," dijelaskan Kapolda Jatim langsung yaitu Bapak Irjen Pol Luki Hermawan kepada para wartawan pada hari Jumat (6/12/2019).

Menurut Irjen Pol Luki, uang sebesar Rp. 2.5 miliar tersebut disita dari rekening pacar tersangka Hendra yaitu dengan inisial NR (Novi Rosalina). Selain uang miliaran rupiah yang berhsil disita, polisi juga berhasil menyita mobil Mitsubishi Pajero warna putih dengan nopol L 1784 IJ dan mobil Toyota Fortuner warna hitam nopol L 1673 WQ dari tersangka Hendra Kurniawan.

"Penyidik saat ini sedang melakukan koordinasi dengan PPATK untuk kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang" tandas Luki. Kasus ini akan terus dikembangkan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait aliran dana milyaran rupiah yang masih belum diketahui keberadaannya. Pencucian uang adalah kasu terbesar dalam dunia cyber crime.