Polemik BPJS Naik 2x Lipat Di 2020 Banyak Pihak Yang Menyatakan Keberatan

Isu yang kini semakin menghangat, iuran BPJS naik dua kali lipat. Kenaikan biaya ini kini menjadi polemik dan menjadi isu hangat di masyarakat. Bagaimana tidak, kenaikan 100% dari biaya awal menimbulkan banyak pertanyaan. Pertanyan umum yang muncul adalah dari segi fasilitas dan benefit yang didapatkan setelah kenaikan tersebut.


Di sisi lain, banyak sekali yang sangat menyayangkan kenaikan biaya iuran BPJS menjadi dua kali lipat di tahun 2020 nanti. Beberapa pihak dari masyarakat menyayangkan hal tersebut dikarenakan masih banyak sekali permasalahan terkait dengan BPJS.

Salah satu hal yang sangat mendasar adalah pelayanan. Banyak yang menyatakan dari sisi pelayanan BPJS sangatlah buruk. Banyak pengguna BPJS Kesehatan yang mengeluhkan layanan yang sangat kurang, baik dari sarana dan prasarana.

Di sisi lain banyak yang berpendapat bahwa kenaikan BPJS tidak bisa disamaratakan. Dikarenakan tingkat pendapatan dan ekonomi setiap daerah berbeda-beda. Untuk itu, dari pengguna kartu BPJS untuk menolak kenaikan iuran di tahun 2020 tersebut.

Dan kementerian keuangan sempat membuka suara terkait Bagaimana bisa terjadinya kenaikan terhadap iuran BPJS. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan Kementerian Keuangan BPJS dikarenakan untuk meningkatkan yang lebih baik.

Untuk Anda yang saat ini menggunakan BPJS Kesehatan mungkin akan sangat terbebani di tahun 2020 baik itu karena faktor merata maupun faktor lain yang mempengaruhi adalah pengguna BPJS Mandiri. Hal ini akan meningkatkan pengeluaran anda menjadi dua kali lipat untuk BPJS Ketenagakerjaan. Apakah akan terjadi perubahan terhadap pelayanan dengan adanya kenaikan harga iuran BPJS tersebut?

Alih-alih menolak, akan dikenakan sanksi blacklist terhadap pengguna yang tidak melakukan pembayaran atau menunggak. Ingin melakukan inisiatif untuk melakukan turun kelas. Misalnya, dia turun ke kelas 2. Yang tentunya berharap bahwa iuran BPJS Kesehatan tersebut tidak mengurangi pendapatan.

Kita semua hanya bisa berharap kualitas layanan menjadi lebih baik dengan adanya kenaikan tersebut. Namun di sisi lain, berharap tidak terjadi kenaikan sudah terbebani dengan biaya hidup yang tinggi. Masyarakat berharap pemerintah dapat memperhatikan tingkat kesejahteraan atau UMR adalah berbeda-beda.